• Home
  • Github
  • Medium
  • Youtube
  • Donate
instagram twitter facebook
Bunder Ontheway
  • Home
  • Story
    • Diary
    • My Story
    • 100 Hari Nulis
    • Cerpen (Soon)
  • Others
    • Youtube
    • Medium
    • Podcast
      • Podcast Hembus Resah
      • Podcast Setengah SKS
      • Podcast Sawo Mateng
    • Karya Karsa
  • Encyclopedia (Soon)
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Bisnis
    • Life Style
    • Fashion
  • Donate

Kapan sih sebenernya waktu yang tepat untuk memulai sesuatu? Kalau memulai di umur sekarang sudah terlambat ga ya? Pertanyaan overthingking yang beberapa kali gua pertanyakan kepada diri gua sendiri, sampai akhirnya gua menemukan jawaban nya.


Setiap orang menurut gua bisa aja tiba - tiba tertarik ingin melakukan sesuatu hal, entah terinspirasi dari teman nya, terinspirasi dari influencer di social media atau bahkan terinspirasi dari drama korea. Gua sih gampang banget ya untuk tertarik ganti pekerjaan setelah melihat pekerjaan jadi dokter di drakor itu menarik dan seru kayaknya, atau tiba - tiba pingin jadi detektif yang bisa memecahkan kasus pembunuhan misterius. Gua merasa banyak pekerjaan di drakor itu menarik untuk dialami secara langsung. Tapi tidak mungkin dong di usia gua yang beberapa tahun lagi udah kepala tiga ambil kuliah kedokteran hanya untuk seperti pekerjaan drakor.


Photo by Charanjeet Dhiman on Unsplash

Memang ada hal - hal yang secara waktu tidak mungkin untuk dimulai, seperti ingin menjadi dokter ketika umur sudah 30 an, atau ingin menjadi detektif tanpa memiliki background ataupun pengalaman disana. Setidaknya dari yang gua tau di negara gua sekarang ga mungkin, tapi gua gatau di luar negri. Kalo pun ada kayanya pasien juga takut sih di handle sama orang yang baru lulus kuliah kedokteran walau dari segi usia udah kayak dokter specialis.


Tapi ada banyak hal yang bisa di mulai mau di usia berapa pun kita sekarang, memulai bisnis atau usaha, memulai untuk menjadi konten kreator, atau menulis blog kaya gua, yang katanya sih blog gaada duitnya, tapi yah gua melakukan ini just for fun, selagi gua suka dengan proses nya yah kenapa engga? Lalu misal mau mulai bisnis tapi umur udah 40 tahunan gitu, yah kenapa engga? baru kepikiran nya juga sekarang, secara prospek misalnya bisnisnya juga menjajikan yah sikat aja selagi masih muda.


Hah? Emang umur 40 tahun masih muda? Bukan nya umur 40 tahun muda itu kalo sudah meninggal doang ya? "Kasihan ya, umur 40 tahun sudah meninggal, masuh muda loh padahal"


NOOOOO WAYYY


Gary Vee (source: Entrepreneur.com )

Seperti kata Garry Vee, seorang konten kreator dan pebisnis dari amerika, dia sering memberi motivasi kepada orang lain untuk mengejar mimpi nya di umur berapa pun dia. Ada orang yang bertanya kepada dia intinya dia takut untuk memulai karena usianya udah di 25 tahun dan dia masih belum punya uang 1M, dan di jawab sama Gary Vee "You're so fucking young" kalo diterjemahin "Kamu masih muda anjing" WKWKWK.


Cobalah banyak hal selagi masih muda, kamu akan berterima kasih pada dirimu sendiri nantinya ketika kamu telah mencoba sesuatu dan berhasil, percayalah itu akan berhasil selagi kamu masih mengejar impian tersebut. Bukan hanya orang berusia 25 tahun saja yang menanyakan pertanyaan demikian, terakhir sih gua lihat juga ada emak - emak amerika umur 50 tahunan menanyakan hal yang serupa, dan tetep di jawab kurang lebih sama kayak gitu dan intinya adalah kamu masih punya banyak waktu luang untuk mengejar mimpimu, kamu masih muda, dan kamu bisa memulai hidupmu kapanpun. Ketika kamu gagal dalam bisnismu, rugi banyak, kamu masih punya banyak waktu untuk memulai hidupmu kembali.



Wew kayanya ini tulisan gua yang paling panjang sejauh ini, welldone, thanks yang udah baca guys.

0
Share
Setiap hal itu ada prosesnya, tidak ada yang instan, jangan terlalu cepat mengharapkan hasil yang baik apalagi dengan proses yang setengah - setengah. Semuanya harus diusahakan dan usaha juga ada prosesnya. Jangan lupa untuk menghargai setiap proses yang sudah dilewati, menghargai setiap pilihan yang di ambil, karena pada akhirnya yang bisa menghargai dirimu adalah dirimu sendiri.

Photo by Nubelson Fernandes on Unsplash

Kurangi ekspektasi untuk dapet pujian atau validasi dari orang lain, emang mendengarkan validasi orang lain sangat penting bagimu? Take it slow aja, selagi percaya sama pilihan yang diambil akan mendekatkan dengan tujuan mu sendiri. Jangan dengarkan orang lain yang tidak mengerti apa yang kamu inginkan, apa yang kamu mimpikan karena percuma menjelaskan mimpimu ke orang yang bahkan tidak berusaha untuk mengerti dirimu.


Aku percaya bahwa dengan menghargai diri sendiri akan membuka jalan yang menyenangkan, walau selama prosesnya akan di hadapi dengan keraguan akan pilihan sendiri. Tetap percaya kepada mimpi kita sendiri juga ga semudah itu, apalagi jika itu hanya di mimpi dan tidak diwujudkan, jadi tetaplah menghargai diri mu sendiri dengan percaya bahwa mimpimu suatu saat nanti akan terkabul, ketika kamu sudah mulai bisa konsisten mengerjakan dan berlatih secara terus - menerus.


Memang tidak semua akan langsung keliatan hasilnya, tapi kamu bisa merasakan nya, jika yang kamu kerjakan mulai mengarah ke hal yang baik. Minimal kamu lebih konsisten, hal lain nya sense akan lebih terbuka, menulis menjadi lebih mudah, walau memang struktur bahasa nya masih berantakan, point nya masih belum tau apa, itu semua gapapa dan hal yang wajar. Sambil menyelam sambil minum air, nantinya sambil disiapkan sebuah framework untuk menulis, untuk sekarang jalanin dulu saja secara konsisten walau terkadang masih bolong - bolong.


Tetaplah semangat, dan bodo amat sama kata orang lain toh mereka juga tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang kamu usahakan
0
Share
Bahagia tidak harus seperti yang di definisikan oleh orang lain di social media, bahagia tidak harus mempunyai barang yang dimiliki oleh orang lain di tiktok, bahagia juga tidak harus menjalani kehidupan influencer yang terlihat mewah. Bahagia terkadang terlihat cukup rumit ketika kalian hanya melihat kebahagiaan orang lain, padahal kamu sendiri punya hal bahagiamu sendiri.


Tidak perlu menjadi orang lain untuk bahagia, tidak perlu menjalani kehidupan seperti orang lain untuk bahagia, jadilah dirimu sendiri untuk bahagia. Mengejar apa yang seharusnya di kejar, mewujudkan mimpimu secara perlahan, nikmati setiap prosesnya jangan terlalu melihat hasil usaha orang lain, karena kamu punya perjuangan kamu sendiri.

Photo by Gabriel Baranski on Unsplash

Akhir - akhir ini gua sering lihat trend di tiktok yang bilang "Sudah umur dua lima tahun, tapi masih belum punya uang 1M" lalu di slide selanjutnya ada foto dia waktu masih kecil dengan caption "Tapi sudah bisa makan nugget kan?" kemudian slide selanjutnya dengan jawaban "Sudah, gak harus pake nasi juga kok makan nuggetnya", kurang lebih seperti itu trend nya. Menandakan bahwa selama ini gua melupakan satu hal penting, kalo sekarang gua lebih bahagia dengan pilihan hidup gua sendiri.


Gapapa kok belum punya uang banyak di umur 25 tahun, gapapa juga kok belum punya rumah, yang penting jangan menganggur dan tidak bekerja atau tidak berusaha untuk menghidupi diri sendiri. Karena jika menganggur atau tidak berusaha untuk mencari pekerjaan, artinya gua tidak bertanggung jawab terhadap diri gua sendiri. Terkait mengumpulkan uang 1M dan bisa punya rumah mewah di BSD atau jalan - jalan ke Jepang itu bisa nanti, itu bisa diusahakan nanti, masih bisa ditabung uangnya dari gaji.


Terkadang memang bahagia itu sudah kita miliki di dalam diri kita sendiri, tapi karena kita sering melihat kebahagiaan orang lain menjadi membuat kita seolah tidak pernah bahagia. Apalagi ada orang yang menyalahkan Tuhan atas kegagalan di hidupnya, atas kesialan yang sedang menimpa nya seolah - olah seperti Tuhan tidak pernah memberikan nya nikmat.
0
Share

Setiap orang punya alasan nya masing - masing untuk masih tetap berusaha dan mengusahakan apa yang dia percaya, termasuk gua salah satunya. Salah satu cita - cita yang masih belum pernah berubah adalah ingin jadi penulis, walau pun sekarang bekerja dari 9 to 5 sebagai penulis code (read: programmer). Hal yang baru gua aware gua salah adalah gua ga detail menyebutkan cita - cita gua, dan sekarang gua sadar kalo cita - cita gua sebenernya adalah menjadi novelis yang sukses dengan karya - karya gua.


Role model gua sebenernya Raditya Dika, pertama kali gua baca bukunya tentang manusia setengah salmon. Ketika itu, gua baca buku itu rasanya menyenangkan sekali, gua inget aja rasa pertama kali gua baca buku itu. Mungkin, kalo sekarang gua baca buku itu lagi tidak akan semenyenangkan itu, tapi rasa menyenangkan saat itu gua masih inget dan itu yang membuat gua ingin jadi penulis, sorry maksudnya novelis.

Photo by Mike Hindle on Unsplash

Lalu kenapa gua gapernah nulis? Simple sekali, alasan semua orang yang punya mimpi besar tapi gamau usaha "MALAS" dan itu adalah suatu hal yang buruk tentunya. Beli domain untuk blog pribadi adalah salah satu bentuk komitmen gua untuk rajin nulis, seperti itulah niat awalnya, tapi udah beberapa tahun ini dibiarin berdebu sampai akhirnya gua buka linkedin ngelihat senior gua mencoba menulis selama 100 hari, dan akhirnya gua coba sebagai media latihan gua.


Walau gua tahu, mungkin tulisan ini gaada yang baca, walau ketika dilihat di statistik yang baca cuman sedikit. Tapi beneran gua gaada niatan ingin liat statistik nya, cuman ketika buka blog di landing page nya pasti akan auto melihat statistik dong, yah beginilah jadi nya mau gamau harus melihat itu. Tapi kenapa gua masih berusaha? karena selama ini gua belum pernah berusaha semaksimal mungkin, dan gua pingin tahu kalo gua bener - bener serius apa yang terjadi.


Beberapa bulan yang lalu, di agustus gua sempet rilis tulisan atau ebook yang judulnya "Kamu Masih Manusia" hanya untuk mencoba kalo gua rilis tulisan kira - kira ada yang baca ga ya, dan tentu saja cuman laku beberapa pcs karena gua belum siapa - siapa. Gua juga masih perlu berlatih dan gua harus segera melanjutkan project novel gua yang lain, karena tulisan nya banyak yang hanya sekedar ide / topik cerita tapi hanya tertulis di notepad / notion. 


Doakan saja semoga tulisan nya cepet beres dan bisa segera rilis dan dicetak nantinya, aamiin.

0
Share
Sudahlah, ngapain sih buru - buru? apa sih yang di kejar? santai saja kawan, tidak semuanya harus sekarang kok. Selagi sudah berada di jalan yang benar, nikmati aja dulu setiap prosesnya, syukuri setiap hasil dari prosesnya. Tidak ada yang salah, tidak ada yang tidak tercapai, hanya saja waktunya saja yang belum sekarang.


Gua percaya setiap hal itu punya waktu nya masing - masing, bahkan terkadang tanpa usaha pun juga bisa misalnya anak sekolah yang akan pasti lulus karena sekarang sudah tidak ada ujian nasional. Tapi perlu ekstra effort untuk masuk di kampus pilihan. Lulus pasti, masuk ke kampus pilihan perlu usaha, hal ini sama aja seperti hal - hal yang sedang gua perjuangkan. Kerja, dapet uang adalah hal yang pasti, tapi kalo mau lebih banyak yang dibeli, yah harus usaha ekstra.


Lagian tidak ada hasil tanpa usaha, usaha pun juga belum tentu berhasil, tulisan yang sangat kontradiktif sekali bukan? bukan, karena lebih tepatnya itu adalah paradoks. Mau berusaha seperti apa pun, jika bukan untuk gua yah bukan untuk gua, jika belum saatnya gua menerima hasilnya yah juga gabisa dipaksa. Gua juga percaya kalo yang salah itu bukan rencana gua, tapi memang mungkin belum saatnya aja.


Terkadang yah jika dipaksa harus sekarang, nantinya akan bersifat sementara, cuman sebentar abis itu juga ilang lagi (percaya sama gua). Kenapa itu bisa terjadi? jawaban nya sesimpel karena belum waktunya aja.



0
Share
Menangis bukan berarti lemah, menangis juga bukan berarti cengeng, terkadang menangis dibutuhkan agar membuat perasaan menjadi lebih lega. Memang tidak semua orang bisa menangis dengan cara mengeluarkan air mata, mengeluarkan suara isakan tangis, ada juga yang menangis dalam diam. Menurut gua menangis dalam diam itu lebih menyakitkan, dan yang bisa mendengar suara tangisan itu hanyalah diri kita sendiri.


Waktu kecil, biasanya kita menangis karena merasakan sakit yang sifatnya sakit fisik karena kejedot meja, ataupun jatuh, tapi semakin bertumbuhnya usia biasanya kita menangis karena perasaan sedih dan kecewa. Kejedot meja, jatuh sudah bukan lagi hal yang membuat kita nangis karena sudah mulai bisa menahan rasa sakitnya, tapi rasa sedih dan kecewa? Bahkan mungkin bisa saja kita baru pertama kali mendapatkan perasaan itu ketika sudah dewasa.


Menangis juga tidak bisa lagi disembarang tempat semakin kita dewasa, bukan berarti artinya ktia tidak boleh menangis, cuman aneh saja menurut gua jika melihat ada orang nangis di tempat keramaian, kalo tempatnya sepi mah fine aja. Menangis dalam diam menurut gua rasanya lebih menyakitkan, karena kita tidak bisa mengeluarkan suara, di tenggorokan rasanya seperti ada benda tajam yang datang entah dari mana, mata juga berusaha untuk terlihat biasa saja. 


Biasanya habis menangis dalam diam, bagi yang beragama islam akan dilanjutkan dengan menangis dalam sujud karena sudah tidak tahu harus kemana lagi. Tapi yang perlu diketahui menangis adalah hal yang normal, tidak perlu di tahan, dan menangis juga bukan berarti lemah. Cuman memang rasanya malu aja kalo tiba - tiba nangis di tempat umum wkwk.


Dari kemarin gua merasa tulisan gua engga bener - bener nyampaiin apa yang sebenernya mau disampaiin, rasanya tulisan nya muter - muter aja. Gatau gua, tapi di kepala rasanya juga bingung gimana nyampaiin apa yang harusnya disampaikan di tulisan ini wkwk, gapapa lah yak bertahap masih hari ke-8 juga.

Terima kasih yang sudah baca sampai sejauh ini, terima kasih juga kepada diri sendiri yang tetap nulis walau mata sudah mengantuk, dan pingin tidur aja bawaan nya.


0
Share

Bagi beberapa orang memaafkan kesalahan diri sendiri lebih mudah daripada memaafkan kesalahan orang lain, seperti gua misalnya. Kemarin harusnya gua posting tulisan 100 hari nulis, tapi badan gua somehow terlalu lelah sampai akhirnya ketiduran, tapi intinya memaafkan kesalahan diri sendiri lebih mudah. 


Simplenya mungkin karena gua tidak kehilangan apapun ketika gua bolong satu hari, padahal goalsnya adalah melatih nulis setiap hari agar terbiasa. Tapi gua bisa dengan mudahnya bilang "yah, anggep aja libur di hari minggu", padahal dengan pikiran itu menyebabkan gua bisa aja muncul alasan lain nya nanti.

Mudah memaafkan diri sendiri memanglah baik, tapi tidak untuk hal yang merugikan diri sendiri, seharusnya gua punya punishment system yang membuat gua tidak skip nulis, cuman gua gatau apa, dan kalopun ada terlalu takut mungkin. Padahal kalo gua nulis gua tidak akan terkena impactnya, karena gua berhasil memenuhi komitmen yang gua bikin.


Membuat komitmen kepada diri sendiri juga lebih mudah di langgar, daripada membuat komitmen kepada orang lain. Gua tidak perlu merasa tidak enakan ke orang lain, gua tidak perlu ada perasaan bersalah karena melanggar komitmen, karena gua menganggap diri gua yah diri gua sendiri gitu. Mungkin harusnya itu yang harus dirubah, berkomitmen kepada diri sendiri di masa depan atau di masa lalu, agar tidak mengecewakan mereka berdua gua harus berusaha yang terbaik yang gua bisa.

0
Share

Menjadi dewasa itu tidak mudah, dewasa juga bukan tentang usia, menurut gua menjadi dewasa adalah dengan menjadi lebih bertanggung jawab. Minimal bertanggung jawab terhadap hidup kita sendiri, bagaimana mungkin kita bertanggung jawab kepada orang lain jika ke diri sendiri saja belum bisa.


Tidak mudah, bukan berarti tidak mungkin, proses pendewasaan setiap orang juga berbeda. Ada yang bertemu di usia muda, ada yang bertemu ketika putus cinta, bahkan ada juga yang tidak menemukan nya sampai tutup usia. (asek ada rima)


Beberapa orang yang sudah menginjak usia dewasa pernah bilang ingin menjadi anak kecil lagi karena tidak perlu memikirkan hal - hal yang sering membuat kita pusing. Tapi dengan menjadi anak kecil, kita harus mengikuti aturan yang dibikin oleh orang dewasa lain nya. Kita dianggap lemah sebagai anak kecil, kita tidak boleh melakukan hal yang kita inginkan seperti memakan ice cream setiap hari misalnya.


Menjadi dewasa kita bisa memakan ice cream kapanpun yang kita mau, sebanyak apapun yang kita mau, karena dianggap sudah bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Kalaupun nantinya menjadi flu gara - gara ice cream, itu resiko yang harus ditanggung karena keputusan kita sendiri. Menjadi dewasa berarti kita bebas melakukan apapun yang kita inginkan dengan bertanggung jawab dan paham resiko atas tindakan yang kita ambil.


That's why gua bilang kalo dewasa bukan soal usia, ada beberapa orang yang sudah dewasa tapi belum bisa bertanggung jawab atas tindakan nya sendiri, atas keputusan yang sudah diambil. 


Salah satu hal yang gua lakukan seperti sekarang (100 hari nulis) juga merupakan bagian tanggung jawab gua kepada mimpi gua sendiri yaitu ingin menjadi penulis (novelis), dengan menjadikan ini sebagai tempat latihan menulis, selain itu juga udah terlanjur bayar domain tahunan, sayang aja kalo misalnya kosong.



0
Share

Setiap melakukan hal yang pertama kali, orang biasanya norak, termasuk gua ketika pertama kali naik pesawat dibayarin (reimburse) sama kampus ketika masih kuliah. Sebelum naik pesawat pertama kali, tentunya ke bandara pertama kali. 

Awalnya, gua hanya ingin mengantarkan temen gua ke bandara untuk study (pertukaran pelajar) nya dia di belanda. Penerbangan internasional di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Pertama kali disana gua tentu saja norak karena disana bagus banget, dan gua inget pertama kali disana gua cuman bilang dalem hati "semoga nanti gua bisa kesini lagi, tapi bukan nganter, gua yang berangkat ke luar negri".


Somehow kesempatan untuk naik pesawat ke luar negri itu dateng sebelum umur 20 tahun, bagi gua yang belum pernah naik pesawat sama sekali dan langsung ke luar negri walau cuman malaysia negara tetangga tapi gua ngerasa bangga aja karena dibayarin sama kampus. Moment noraknya ketika pertama kali naik pesawat adalah gua dibikin takut temen satu tim lomba gua, katanya kalo naik pesawat itu kuping dan hidung akan sakit. Gua yang pertama kali parno nya setengah mati, nanyain terus sakit nya kaya gimana, beneran sesakit itu atau engga. Ternyata setelah naik pesawat, rasa sakit yang diceritain temen gua itu gaada, emang sengaja nakutin aja.


Gua juga parno ada cerita temen gua yang mau ke bandara tapi di tol ada kecelekaan dan jadi macet, akhirnya dia ketinggalan pesawat dan harus beli tiket lagi. Gua gamau itu kejadian dong, akhirnya tiba di bandara 4-5 jam lebih awal, seniat itu, flightnya masih malem tapi dari sore udah sampe di bandara. Padahal sebenernya ga perlu separno itu, cuman namanya masih pertama kali, tapi yang gua heran temen gua kan udah pernah naik pesawat ya, kenapa ga bilangin informasi itu ya daripada nunggu diem lama di bandara.


Lama nya nunggu pesawat waktu itu, membuat gua sadar kalo ternyata bandara itu tempat yang nyaman, mungkin karena waktu itu nunggu di terminal 3 yang flight internasional kali ya, gapaham juga gua bedanya apa sampe sekarang, karena itu cuman sekali dan pertama kali sih.


Penerbangan kedua naik pesawat, gua juga di bayarin sama tempat gua magang di sebuah startup waktu itu, penerbangan lokal dari Jakarta ke Surabaya, tapi gua berharap hidup dari bandara ke bandara sepertinya menyenangkan, walau sekarang gua masih belum punya kehidupan itu, tapi gua percaya suatu saat nanti mimpi itu akan terwujud, aamiin


0
Share
Setiap orang memiliki kisah perjalanan nya masing - masing, ada yang pendek ada yang panjang, bahkan ada juga yang sudah tidak berjalan atau jalan di tempat. Perjalanan yang gua lalui itu juga panjang, walau tidak semua waktu gua habis untuk hal yang positif dan bermanfaat. Ada kala nya gua cuman ambis menaikkan ranking dari sebuah game. Ada kala nya gua harus fokus sama karir dan hidup gua karena dompet udah mulai tipis.


Bunder Ontheway, dulu pas sekolah pernah di panggil bunder sama temen dan pingin bikin akun twitter karena penasaran sama apa itu mention. Lalu kenapa ontheway? karena bagian dari hidup adalah sebuah perjalanan, terdengar filosofi walau awalnya alasan nya juga bukan itu. Seiring perjalanan yang gua lewati gua bisa menemukan filosofi tersebut, tidak mudah, tidak sulit juga, namun bertemu di waktu yang pas aja.



Semua yang gua alami dan lewati itu tidak semudah kelihatan nya, tidak seseru cerita nya juga, tapi gua percaya selagi gua punya tujuan, gua masih punya perjalanan yang belum selesai. Mimpi gua daridulu sebenernya ingin sekali jadi penulis, walau sekarang pekerjaan gua juga nulis, walau nulis code (ngoding). 


Sampai di titik gua merasa kalau sebenernya gua pingin menjadi penulis novel atau novelis dari pada menjadi penulis code. Gua suka menulis karena ini sebagai media untuk menuangkan apa yang ada di kepala agar tidak berantakan. Kalo kalian membaca tulisan ini rasanya sangat berantakan, yah itu yang ada di pikiran gua ketika mencoba untuk menulis 100 hari tanpa konsep, dan semuanya serba instan sepulang kerja, dan gua udah merasa mengantuk tapi harus tetap menulis ini.


Padahal juga baru 4 episode yak, tapi kayak sudah lama. 


Anyway, setiap orang punya tujuan dan perjalanan nya masing - masing, jangan terlalu dibandingkan apa yang kalian lewati dengan apa yang dilewati orang lain. Kadang gua pingin menjadi sukses seperti role model gua, namun gua ternyata belum punya kemampuan untuk melakukan eksekusi dan perjuangan seperti itu. Ini merupakan salah satu media gua untuk latihan menulis dengan pressure (ekspektasi diri sendiri).


Kalo ada yang baca tolong komen pake anonim sebaiknya gua nulis apa dong, dah mulai butek nih bingung, atau kayanya gua harus bikin framework untuk menulis di minggu selanjutnya biar tidak hanya tulisan ngalor ngidul seperti ini.


Thanks yang udah baca, maap menghabiskan 3-5 menit waktu kalian WKWKWKWKWK.


0
Share
Kota Malang, terdengar menyedihkan secara makna bahasa, tapi merupakan salah satu kota ternyaman untuk bersantai. Hawanya sejuk, penduduknya ramah dan tidak menyebalkan, dan yang paling penting kota ini adalah tempat dimana gua pertama kali respawn (dilahirkan). 


Hampir 17 tahun, gua hidup di Kota Malang sampai akhirnya merantau ke kota lain yang vibesnya hampir mirip seperti kota ini. Memang menyenangkan sekali bisa hidup di kota ini, tapi justru itu yang membuat gua untuk pergi untk merantau ke kota lain. Takut terlalu nyaman, jujur itu yang gua takutkan kalo gua terlalu lama berada di Kota Malang. 


Kota Malang adalah kota yang wajib dikunjungi bagi para pecinta kuliner, karena menurut gua kulinernya banyak dan yang paling penting murah, ga kayak Jakarta lah pokoknya. Kalo di postingan sebelumnya gua bilang merasa lebih hidup di Jakarta daripada di Malang itu karena gua berpenghasilan di Jakarta, tapi kalo dengan penghasilan di Jakarta dan gua bisa tinggal di Malang kayanya itu akan jadi pilihan hidup yang menarik. 


Kota Malang juga terkenal dengan kota wisata, memang banyak sih destinasi wisata nya. Gua yang lahir di kota ini aja, belum ke semua destinasi wisata nya, apalagi alam nya. Kuliner di Kota Malang juga ga kalah enak, ini beberapa yang bisa kalian coba:

1. Rawon Pak Djenggot (Jl. Kawi) -> ini deket sama rumah nenek gua
2. Nasi Campur Kiroman (Jl. Yulius Usman) -> ini deket sama sekolah SD gua btw
3. Nasi Tempe Bacem (Sawojajar / perempatan deket stasiun kota baru)
4. Lontong Kupang (Jl. Raya Langsep)
5. Tahu Campur (gatau gua alamatnya dimana) -> tapi gua paham lokasinya kalo pas di Malang hehe


Blog pribadi gua udah kayak portal berita wisata wkwkwk, yaudahlah ya gapapa, namanya juga 100 hari nulis dengan wajib apapun yang kepikiran secara spontan. Anggap aja gua lagi latihan nulis SEO friendly, kepingin nulis teknikal (IT) cuman kayanya effortnya lebih besar untuk nulis rutin, tapi nanti kalo lagi ada waktunya di coba deh, sama kayanya gua mau coba nulis bahasa inggris di wiken.



Mau sejauh apapun kalian pergi untuk mencari uang, jangan pernah lupakan tempat kalian di lahirkan, tempat kalian dibesarkan, karena tempat itu adalah tempat yang pertama kali membentuk diri gua sampai sebesar ini secara satuan kilogram.



0
Share
Hidup di Jakarta bagi orang daerah seperti gua rasanya sudah seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Memang aneh bermimpi untuk hidup di kota yang keras, banyak kriminalitas, banyak orang susah, tapi di Jakarta bagi sebagian orang juga menjadi kota tempat mewujudkan harapan.


Core memori gua pas kecil itu membayangkan kota Jakarta adalah kota yang akan selalu hidup, kota yang akan selalu membuat para penduduknya untuk bertumbuh. Memori yang terbayangkan di memori gua karena mendengarkan cerita hidup di Jakarta dari Ibu. 




Ibu sering menceritakan bagaimana dulu dia kerja di Jakarta, sepulang kerja dia ikut kursus komputer pada saat itu era - era perpindahan dari boomer ke milenial (sepertinya). Hal lain nya adalah, ibu sering cerita kalo hampir setiap hari makan ayam Texas. Core memori gua juga inget kalo ayam Texas adalah ayam yang paling enak pada jaman nya. Gua semacam punya mimpi kalo gua kerja di Jakarta gua bisa makan ayam Texas setiap hari, karena di daerah gua tidak ada ayam Texas dan gua harus ke kota sebelah hanya untuk menikmati ayam goreng.


Setelah gua inget lucu juga ya, motivasi gua ingin hidup dan tinggal di Jakarta awalnya hanya demi makan ayam goreng yang tidak ada di kampung halaman, walaupun semakin dewasa alasan untuk ingin bekerja di Jakarta juga ikut berubah.


Jakarta adalah kota dengan penuh harapan, banyak perantau yang ke kota ini dengan harapan mereka bisa sukses demi keluarga di kampung halaman, salah satu nya adalah gua. Gua berharap benar - benar bisa sukses di Kota ini, terdengar penuh bualan memang, tapi gua percaya mimpi gua pelan - pelan akan terwujud. 

Pelan, namun pasti. Tidak secepat orang lain, tidak bisa dibandingkan juga dengan progress orang lain karena memiliki start yang berbeda. Tapi ketika pertama kali sampai di Jakarta untuk merantau, bekerja, dan mengadu nasib, gua merasa lebih hidup daripada gua berada di kampung halaman.


Gua juga merasa senang ketika beberapa kali tidak sengaja bertemu dengan teman SD atau bahkan SMP di Kota Jakarta, rasanya seperti bertemu dengan teman seperjuangan dari kampung halaman yang sama untuk bertahan hidup disini.


Semoga, nantinya banyak perantau di Kota Jakarta yang berhasil mewujudkan apa yang mereka inginkan, berhasil dengan hasil yang terbaik


0
Share
Wow, ada yang kotor tapi bukan iman. Ada yang berdebu tapi bukan kaki, ternyata blog nya udah lama ga ditulis hahaha.

Tapi seperti judulnya ini 1/100 yang ingin dicoba di sisa tahun ini untuk menulis selama setiap hari selama 100 hari, agak kurang yakin sama diri sendiri bisa mewujudkan konsistensi sepele ini, tapi mau tidak mau harus dicoba. 

Kenapa nyoba sekarang? Kan ini bisa di tahun depan, jadi nya ga genap di tahun ini.


Here's a thing, 
Kemarin sempet nemu tulisan di buku, isinya kurang lebih bilang kalo mau memulai sesuatu itu tidak harus di tahun baru. Tidak harus selalu mulai di hari senin walau hari ini senin. Tidak harus dimulai dari tanggal satu, karena itu cuman angka dan tanggal, semua itu harus dimulai dari diri sendiri.


So, here we go. Kantor Baru


Enggak, gua masih di perusahaan yang lama, perusahaan pertama gua setelah lulus kuliah, perusahaan yang membuat gua bertumbuh dan bisa mencapai beberapa goals gua, menikah salah satunya.

Cuman memang kantornya baru, sebelumnya gua ngantor 5 menit jaraknya kalo jalan kaki dari kantor yang baru, literally jalan.


Kalo kalian orang yang tinggal di Jakarta, khususnya di daerah Jakarta Barat harusnya ga asing sama foto ini dan kantor ini punya perusahaan apa.

Ada beberapa hal yang menurut gua termasuk ke dalam kategori culture shock mungkin ketika baru beberapa hari kerja di kantor baru. Salah satu nya gua baru tau kalo kerja di gedung itu lift nya antri. Menurut gua aneh aja, kalo kita mau kerja tapi antri, tapi mungkin itu filosofi nya sama kayak pengingat gua juga kalo "mau masuk kantor" itu harus antri.



Well, jujur gua suka sih sama vibes kantornya, sama ruangan yang di desain di lantai gua. Mungkin nanti akan gua bikin di tulisan selanjutnya detail ruangan yang menurut gua nyaman untuk gua kerja disitu. Salah satu yang bikin gua suka ada namanya fokus room, intinya kalo mau fokus dan gaada gangguan bisa kerja di ruangan itu, ruangan nya cuman muat satu orang aja, itu keren sih menurut gua.

Bagi gua yang gapernah kerja di gedung tingkat gua cukup kaget dengan hal - hal sepele kaya gitu. Tempat ngantor gua dulu itu kayak ada rumah ga dipake, trus dijadiin kantor, ala - ala startup gitu atau co-working space mungkin ya. Cuman tempat itu yang bikin gua bertumbuh, tempat yang penuh cerita dan kenangan di setiap sudutnya. Masih bisa buat ke kantor sana buat main, karena secara hak kayanya masih punya perusahaan tempat gua bekerja deh.

Di tempat lama itu enaknya kalo mau go food ga perlu antri naik turun lift cuman buat ambil doang, kalo misal mau mencari udara segar (ngrokok) juga ga perlu naik turun lift, tinggal keluar di bawah pohon, atau bahkan di halaman yang outdoor juga asik.

Btw, foto yang disebelah kiri itu ruang relax. Ruang yang dipakai untuk main PS nantinya (ps nya masih mau di ganti ps 5 katanya). Di sekat sebelahnya ada tempat buat tidur, kalo lagi ngerasa pusing sama kerjaan, atau buat tidur 10 - 15 menit tapi deep sleep itu oke sih.

Sebagai pekerja IT, yang kerjaan nya di depan laptop terus juga perlu tempat untuk mengistirahatkan mata sejenak, ini salah satu ruangan nya. 

Bisa ngelihat pemandangan kota jakarta, yang isinya padat penduduk dan kemacetan di jalan kota. Akhir - akhir ini juga lagi sering macet, gara - gara ada truk mogok atau nabrak di jalur busway. Lumayan menyiksa buat yang naik busway, untung gua naik motor tapi tetep macetnya masih bisa dinikmati, berusaha dinikmati lebih tepatnya.





Dari ruang relax, juga bisa liat laut sebenernya, kayak foto di sebelah ini yang udah gua zoom. Ambil foto nya gua zoom maksudnya hahaha.

Pemandangan yang gaakan bisa di dapet kalo di tempat kerja yang lama.

Emang bener sih kata orang, ketika kita mendapatkan hal baru akan ada hal lama yang hilang. Seperti pindah kantor baru, tempatnya harus naik lift, tidak segampang kantor lama, tapi dapat pemandangan laut (kalo lagi ga mendung dan ga polusi bgt).











Semuanya ada harga yang harus di bayar, apapun yang dilakukan, sama seperti nulis ini harga yang harus di bayar adalah harus di sempetin sepulang kerja walau sampe malam, tapi semoga nanti akan ada yang di dapat, walau sekarang sudah mendapatkan kebahagiaan dengan menulis postingan blog yang akhirnya tidak lagi berdebu ini.











0
Share

Perkuliahan biasanya menjadi masa penentu bagi beberapa orang untuk menuju kesuksesan, salah satunya dengan mengikuti organisasi. Sebelum masuk ke dalam organisaasi biasanya ada beberapa tahap, dan salah satunya adalah wawancara. Saya ingin sharing pertanyaan yang ditanyakan ketika wawancara organisasi kampus.

 

Mari kita mulai Interview nya, dari pertanyaan pertama.

 

1. Coba ceritakan atau perkenalkan diri kamu

Pertanyaan pertama biasanya membuat mahasiswa menjadi bingung saat harus menjawab pertanyaan ini, karena tidak paham apa yang harusnya diceritakan dan diperkenalkan. 


Photo by Dylan Gillis on Unsplash

 

Tips dari saya:

Cobalah jawab pertanyaan ini dengan menjelaskan siapa diri kamu mulai dari nama, jurusan, dan alasan kamu daftar ke organisasi itu. 

Misalnya, perkenalkan nama saya adalah mister, saya dari jurusan komunikasi, saya tertarik bergabung ke organisasi ini karena saya ingin mengembangkan ilmu komunikasi saya agar saya lebih terbiasa berbicara dengan orang. Saya memiliki pengalaman sebagai MC di salah satu acara saat SMA.


Hindari menjawab pertanyaan ini dengan menyebutkan informasi yang kurang penting seperti tanggal lahir, jumlah saudara, dan hal sejenis lainnya. Walau mungkin nanti juga akan ditanyakan, tapi cobalah untuk membuat first impression yang baik.


2. Apa saja kelebihan dan kekurangan kamu?

Pertanyaan ini ditanyakan untuk mengerti kelebihan apa yang kamu miliki dan dari kelebihan kamu bisa untuk membantu pekerjaan organisasi, selain itu kekurangan juga untuk mengerti apakah kekurangan yang kamu miliki bisa ditolerir sama organisasi atau tidak.


Tips menjawab pertanyaan ini adalah dengan menjawab pertanyaan ini apa adanya, kemudian ketika menjawab bagian kekurangan, berikan cara kamu untuk megatasi kekurangan kamu. Misalnya, saya orangnya suka lupa dengan jadwal kegiatan saya, makanya saya mencoba untuk menulis kegiatan saya di google calendar. Kemudian untuk menjawab pertanyaan kelebihan cobalah untuk menunjukkan kelebihan tapi tetap stay humble.


3. Dari skala 100%, organisasi ini kamu kasih berapa persen?

Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar effort kamu ketika nantinya di organisasi ini. Selain itu juga untuk mengerti skala prioritas kamu kepada organisasi, apalagi ketika kamu juga mengikuti organisasi lain nya.

Tips dari saya untuk menjawab pertanyaan ini mirip dengan pertanyaan sebelumnya, jawablah dengan jujur kemudian juga realistis. Maksudnya realistis adalah, jangan memberikan prioritas yang lebih besar ke organisasi daripada perkuliahan. Kemudian jika kamu ikut organisasi yang lain nya, berikan persentase prioritas yang sama antar organisasi. Tapi jika kamu pribadi merasa ingin memberikan effort yang lebih besar di organisasi tersebut juga tidak masalah.


4. Jika rapat organisasi bentrok dengan rapat dari organisasi lain atau kegiatan lain, bagaimana cara kamu mengatasi hal tersebut?


 Photo by Maxime on Unsplash

Saya akan mencoba memberikan langsung cara saya menjawab pertanyaan ini. Jika jadwal rapat bentrok saya akan mencoba untuk menghadiri keduanya secara bergantian, tentu saja akan saya prioritaskan yang lebih membutuhkan saya atau dalam artian saya sedang memiliki jabatan atau tanggung jawab yang lebih. 

 

5. Apa untungnya organisasi jika menerima kamu disini?

Kamu ingin masuk sebuah organisasi demi keuntungan kamu, lalu keuntungan apa yang akan kamu beri kepada organisasi? kamu harus bisa menjawab pertanyaan itu.

Tips untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan cara menunjukkan kontribusi apa yang bisa kamu beri jika nantinya kamu diterima di organisasi tersebut. Bisa juga kamu menjawab dengan kelebihan kamu, kamu berusaha untuk melakukan suatu hal.


Cukup segitu saja yang bisa saya sharing, untuk tips and trick lain nya bisa kalian baca di bagian Self Improvement. Jika anda merasa terbantu dengan tulisan saya, bisa bantu sharing ke teman atau socmed kalian. Kalian juga bisa menghubungi saya via socmed bunderontheway jika ada yang ingin ditanyakan.


Semoga Membantu!

0
Share
Baru sadar sebenernya kalo masih punya blog yang dah lama gadiurus, banyak hal yang ga di update, khususnya selama tahun 2023 kayanya ga ada post sama sekali. cuman mari kita mulai aktifkan blog ini lagi, walau yah semoga eksekusi nya sesuai yang diharapkan yaa. Jadi kegiatan sekarang kurang lebih cuman kantor ke kontrakan, ada hal yang baru sebenernya dari 2022 sih sebenernya. Yaitu, akhirnya gua menemukan orang yang mungkin selama ini gua cari. Jujur gua sangat bangga sama dia, gua sayang sama dia, dan dia memotivasi banyak hal dalam kehidupan gua. Salah satu halnya adalah gua mencoba untuk mulai berdagang, walau ini dimulai di awal tahun 2023, dan di awal tahun ini dagangan gua alhamdulillah masih tetep ada, masih tetep lanjut dan tetap untung.


Memang untungnya ga seberapa, cuman yah lumayan untuk nambahin biaya kehidupan gua, jadi awalnya gua jualan donat di kantor. Jajanan donat ini gua temukan ketika masih pdkt sama cewe gua, dia ngasih rekomen donat yang enak banget, soft adonan nya, harganya juga murah. Kita dulu sering beli donat itu ketika masih sering jalan pagi sehabis subuh, walau sekarang bangun pagi juga udah alhamdulillah. Trus bermuncullah keisengan gua untuk memulai jualan donat di kantor. Awalnya emang ga laris, yah kayanya dari yang gua bawa masih sisa setengahnya. 

Penampakan dagangan gorengan berserta QRIS nya 



Karena merasa masih bisa jualan, akhirnya gua coba ganti product ke gorengan, yang dimana ini juga gua temuin ketika jalan pagi ketika pdkt. Jadi jujur ketika gua sama cewe gua banyak hal - hal baik yang terjadi di kehidupan gua, salah satunya ya ketemu vendor gorengan ini. Gua cobalah bawa gorengan (risoles mayo) yang akhirnya itu adalah pertama kali dagangan gua sold out. Ga berhenti disitu, gua pun mencoba untuk menambah variasi di jualan gorengan gua. Di tambah donat, ada nasi kuning, ada pisang coklat. 

Dimana setiap pagi gua harus mengambil itu dulu ke masing - masing vendor sebelum gua berangkat jemput cewe gua, anterin dia ke kantor dan lalu gua menuju ke kantor. Gua cukup senang menjalani dagangan gua, dan kadang ketika gua mager untuk jualan (karena memang capek) ada orang kantor yang nanyain kok ga jualan. Bahkan ada yang merasa kalo dia udah terbiasa sarapan gorengan yang gua jual, dan bingung mau sarapan apa ketika gua ga jual. Jujur awalnya niat nyari untung aja, tapi ternyata ketika ada yang bilang kayak gitu, ada juga yang bilang kalo merasa terbantu dengan adanya dagangan gua jadi dia ga bingung lagi untuk cari sarapan karena ga perlu keluar kantor untuk cari sarapan. Gua merasa selain untung ternyata ada impact secara tidak langsung yang gua berikan kepada orang kantor gua. 

Buat teman - teman kantor gua yang selalu support gua dengan beli dagangan gua terima kasih banyak, dan buat cewe gua terima kasih udah membuat gua menjadi lebih semangat dalem nyari duit, dan terima kasih kepada takdir Allah yang menemukan gua dengan cewe gua yang sekarang, I Love Her so much. Semoga dagangan gua bisa memberikan banyak manfaat, dan semoga apapun yang gua lakukan kedepan nya nanti bisa membawa dampak setidaknya buat orang sekitar gua. Yhaa cukup sekian bacotan gua hari ini, dilanjut lagi lain waktu, terima kasih yang sudah mau membaca.
1
Share
Halo lagi, dengan gw disini, ada yang bisa dibantu?

Menurut gw melakukan hal yang membuat lu bahagia itu penting sih, walau mungkin hal tersebut terlihat sepele di mata orang lain, karena kebahagiaan lu itu tidak ditentukan oleh sepele atau tidak nya oleh orang lain. Bahkan kalo ada hal - hal kecil yang bisa membuat lu bahagia ya lakuin aja, selagi tidak merugikan orang lain tentunya. Sama seperti yang sedang gw lakuin sih, gw lagi seneng banget sama game mobile legends wkwk. Terdengar sepele mungkin, cuman gw seneng dan gw merasa ada sense of achievements yang bisa gw banggain, setidaknya gw bangga ketika bisa masuk 10 besar rank local dengan suatu hero. Sangat childish sih wkwk, cuman yah gw bodo amat, gw happy ngelakuin nya, gw bangga ngelakuin nya, toh kalopun gw bisa rank 1 local (mudah - mudahan) aamiin, yaa gw bangga sama diri gw sendiri gitu karena bisa ngalahin orang lain yang pake hero yang sama.

Photo by Joe Caione on Unsplash

Kalo misalnya ada yang bilang kayak "yah itu kan cuman game doang, ngapain sih seserius itu" yah jawaban gw justru karena itu game lu harus serius, gimana lu bisa serius di kehidupan nyata kalo game aja ga serius wkwk, ini aneh sih sebenernya pendapatnya cuman yaudahlah ya, intinya kalo ada yang ngomentarin hal - hal kecil yang membuat lu bahagia biarin aja. Mungkin mereka engga bisa menemukan kebahagiaan atau mungkin kebahagiaan mereka sulit di dapat makanya mereka tidak merasakan bahagia dari hal kecil. Merasa bahagia atas hal - hal kecil yang terjadi di hidup juga penting, biar kita tau rasanya bersyukur sama apa yang sedang kita miliki sekarang.

Gw bahagia sama pekerjaan gw, walau emang kadang cape dan kesel. Tapi rasa cape dan keselnya itu ngebuat bahagia, dan ini juga penting sih menurut gw karena ada juga orang yang udah cape dan kesel tapi engga bahagia sama apa yang dilakuin, jadi isinya cuman sambat aja tanpa ada rasa bersyukurnya, yang dimana menurut gw ga salah juga untuk lakuin itu, cuman gw gamau nerapin itu dihidup gw. Ini juga prinsip yang coba gw bangun sih, kayak orang lain berhak melakukan apapun yang mereka inginkan, dan menurut gw juga ga salah, cuman yah kalo gw ga setuju sama pendapatnya yang penting gw ga nerapin di hidup gw, mungkin istilahnya agree untuk disagree cuman gataulah ya.

Gw juga gatau ini ngomong apa sebenernya, gw cuman mau bilang kalo bahagia karena hal kecil yang mungkin menurut orang lain itu bukan tempat bahagia mereka it's totally okay. Semoga dengan kalian menerima kebahagiaan kecil dan mensyukuri itu, kebahagiaan kalian akan ditambahi dari hal yang tidak terduga, aamiin. stay safe semuanya, covid lagi naik.
0
Share

Hai lagi, wkwkwk.

Suka bingung sebenernya mau dibuka pake apa, cuman karena memang ini tulisan sebagai stress relief jadi yaudahlah ya, keknya pake "hai" aja juga udah cukup. Sama seperti judulnya sih sebenernya, pokoknya jalanin dulu. Soalnya yah kalo ga jalanin dulu artinya kita cuman diem di tempat doang ga sih? yah walau ketika dijalanin banyak keluh kesahnya, banyak overthinking nya, banyak tersakitinya, bahkan sampai banyak nangisnya. Oiya ini yang gw omongin konteksnya umum dan bisa kemana - mana, bisa ke pekerjaan, bisa ke relationship atau ke apapun yang lagi lu jalanin.

Konsep jalanin dulu itu berlaku ketika lu tau apa yang lu mau, tapi ditengah jalan nya ngerasa berat atau ngerasa ga mampu, bukan ketika engga tau arahnya mau kemana tapi jalanin dulu, ini menurut gw yaa. Gw pun sadar ketika harus menjalani pilihan yang gw pilih, kayak kerjaan misalnya. Gw tau untuk menuju ke yang gw mau, gw harus lewatin jalan ini, dan enak ataupun gaenaknya yah jalanin dulu, karena ketika gw keluar dari jalan nya, belum tentu gw nemu jalan yang lain atau malah bisa aja gw ga nemu jalan atau worst casenya (naudzubillah) gw gabisa jalan lagi.

Photo by Karsten Würth on Unsplash

Hal penting yang menurut gw untuk bisa dikonsep jalanin dulu juga ya jangan ngebandingin diri sendiri sama orang lain karena ya menurut gw engga fair aja, ketika lu jalanin dulu dengan apa yang lagi lu hadepin tapi lu bandingin kehidupan lu dengan orang lain yang kemungkinan engga "jalanin dulu". Keep it slow aja, toh yah nanti apapun yang lu inginkan juga bisa tercapai. Percaya aja sama hal baik yang akan lu dapetin nantinya.

Blog ini juga sebenernya niat awalnya untuk melatih tulisan gw disini, atau membuat dokumentasi tentang beberapa kehidupan gw yang mungkin suatu saat nanti gw baca ketika gw udah tua dan bingung mau ngapain kayanya waktu kosong gw akan gw habiskan untuk membaca ulang blog gw ini. Mungkin ngebacanya agak radak jijik kali yaa, walau gw harap diri gw nanti ketika baca tulisan ini bersyukur karena gw pernah nulis sesuatu disini. Gw juga pernah diselamatkan oleh tulisan gw sendiri yang gw tulis waktu kuliah di tumblr. Rasanya ada perasaan "wah gw. dulu pernah nulis kek gini, cuman kenapa sekarang gw kayak gini ya" yang mana pada saat itu kualitas hidup gw sedang turun dan engga kayak waktu itu. 

Ada waktunya blog ini juga jadi tempat pelarian gw ketika gw ingin meluapkan sesuatu daripada gw luapkan di twitter dan malah jadi "sampah", jadi yah yang mau tau tentang gw biar ada effort untuk klick blog gw dan baca satu - satu, dimana sebenernya proses tersebut sangat ga efisien untuk orang yang ga tertarik sama tulisan gw. Gw juga sangat menghargai buat yang baca tulisan gw sih, walau emang isinya ga jelas, yang jelas terima kasih banyak. Intinya jalanin dulu sih, karena lu punya hal yang mau lu tuju, dan seberat apapun yang sedang lu hadepin, gw percaya kalo lu pasti bisa hadepin semua ini. 

1
Share

Nulis judulnya kemarin malem, cuman gatau kenapa rasanya males untuk nulis, dan sekarang sebenernya masih males dan belum tau mau nulis apa. Cuman akan aku lakukan demi sebuah konsistensi HAHAHA, padahal dua hari kemarin ga nulis.

Oiya, kemarin alasan dua hari ga nulis sebenernya karena lagi muay thai, maksudnya habis muay thai untuk pertama kalinya dan badan pada pegel semua. Pegelnya bener - bener seluruh badan sih, mulai dari kepala, pundak, lutut, kaki, lutut, kaki wkwkwk, mampus bacanya pake nada ga tuh. Tapi engga kerasa juga sih ini udah bulan july, udah tujuh bulan sejak awal tahun. Cepet banget ya tiba - tiba udah July aja, dan engga kerasa juga gw udah setahunan lebih kerja di Jakarta. 

Photo by Sean Benesh on Unsplash

Sebenernya gw juga lagi stuck dikerjaan gw yang sekarang, karena kerjaan nya kind of riset gitu, dan riset nya juga lagi stuck dan gw gatau harus gimana biar yang gua kerjain itu bisa bekerja dengan baik dan lancar, kayak lu lagi pdkt tapi lu gatau sebenernya yang dia mau kayak gimana, yang dia mau sebenernya apa dan lu clueless aja gitu, nah kek gitu sih yang gua rasain sekarang dikejaan yah dikerjaan.

Gw juga lagi ga deket sama siapa - siapa di konteks romansa, lagi pingin sebenernya untuk in relationship but ya engga mau terlalu yang gimana - gimana juga. Biarin aja ntar ketemu sendiri kan, yang penting sekarang udah july, dan masih ada kurang lebih 5 bulan lagi sebelum tahun baru 2023. Gw masih. gatau apa yang harus gw lakukan, karena memang di tahun ini planning gw cuman harus bisa move on, dan gaada target achievement lain nya. Dan karena gw udah move on sebelum akhir tahun, jadi gw kayak bingung mau ngapain lagi, mungkin kayanya gw harus ngecek wishlist atau target gw di tahun sebelumnya kali yak, biar ga kosong - kosong amat.

Photo by WeLoveBarcelona.de on Unsplash

Kemarin malem minggu juga kan, trus gw ada tempat kopi pinggir jalan yang mau gw datengin cuman sebelum kesitu gw mau ke mall dulu untuk ke gramedia. Di sana gw beli sebuah buku, pulpen, sama sticky notes gitu. Karena screen guard hp gw pecah, gw akhirnya juga sekalian ganti screen guard disana, bisa custom gitu, baru tau gw wkwk, norak yak emang. Gw otw ke mall nya itu setengah 9an malem dong, jadi pokoknya ketika gw habis liat dan beli buku di gramed, gw langsung ganti screen guard kan. Ketika masnya udah kelar masangin screen guard, itu toko sebelah udah ditutup kan, karena udah jam 10an, cuman ketika gw keluar dari toko nya dan gw cek face id gw kok gak ke detect, trus gw buka kamera depan gw ternyata blur dong. Akhirnya gw balik ke tokonya dan bilang ke masnya, akhirnya dilepas dan dibuatin ulang, jadi gw keluar mall itu setengah 11 an, dengan kondisi sudah pada gelap dan ditutup, gw balik bareng karyawan lain yang udah kelar nutup tokonya hahaha.

Well kayanya segini aja tulisan gw kali ini, mau lanjutin beresin kamar dulu, dadah guys..

0
Share

Halo semua, mencoba lagi untuk menulis rutin di blog ini. Kalimat yang sering gua bilang tapi memang ga jarang juga berhenti ditengah jalan ketika bilang gitu, ya itulah gua, begini emang orangnya. Perlahan namun pasti kayanya hal itu juga akan jadi lebih baik. At least itu yang gua percaya.

Gua mau cerita soal membuat zona nyaman, yup sama seperti judulnya. Jadi gua pindah kos, alasan nya sebenernya karena..... rahasia ah hahahaha, ntar yak gua ceritain di postingan lain. Gua pindah kos dengan fasilitas yang jauh beda banget sama kosan gua sebelumnya, jaraknya juga lebih jauh dan ukuran nya juga ga sebesar kemarin, isinya cuman ada kasur sama lemari doang, udah. Beda kayak sebelumnya yang ada meja, ada rak nya juga, lemarinya yang kos sebelumnya ada dua pintu dan itu besar, sedangkan yang sekarang cuman satu pintu. Selain itu kos gua yang sekarang kamar mandi nya di luar, sudah engga di dalem lagi.

Pertama kali pindah kos, kamarnya sangat jauh dari kata nyaman, belum lagi ditambah barang gua yang masih berantakan dan belum gua tata rapi, akhirnya gua mencoba untuk merapikan kamar kosan gua. Bahkan di sebulan pertama gua gapernah tidur di atas kasur, karena buat naruh barang. Jadi gua kalo tidur di lantai dan tidak beralaskan apapun, paling cuman pakai bantal satu. Sampai akhirnya gua sakit gegara tidur di lantai, walau cuman masuk angin tapi kenanya kemana - mana, mulai dari flu, lambung, pusing, bahkan sampai demam juga gua kemarin. 

Sehabis gua sakit dan priksa ke dokter, gua langsung merapikan kasur gua atau lebih tepatnya mindahin barang yang ada di kasur gua ke tempat lain, jadi kasur gua rapi, dan tempat lain nya berantakan. Karena gua sakit di weekdays jadi gua ijin untuk wfh aja, since kantor gua juga udah mulai 100% wfo. Eh gua udah pernah cerita belum ya kalo gua udah kerja disini haha, ntar deh gua coba cek dan kalo belum gua coba ceritain disini. Ketika gua wfh, gua ngerasa sangat tidak produktif dan juga engga nyaman untuk kerja di lantai karena gua gaada meja. Gua kerja dengan duduk sila, trus laptopnya gua pangku di paha gitu.

Jujur selama kerja wfh dengan modelan kayak gitu, gua sama sekali engga produktif dan engga bisa mikir, jatuhnya malah ngebikin gua makin stuck. Trus gua mikir gimana ya caranya biar bisa gua bisa lebih produktif lagi, dan gua inget kalo di kosan gua yang lama itu kamar gua rapih banget dan enak untuk produktif gitu. Intinya kosan gua yang dulu lebih rapi dan nyaman untuk bekerja atau berpikir lah. Trus gua berinisiatif untuk ke kamar temen kos gua yang kamarnya lebih rapi dan minta tips untuk nata letak kamar.

Lalu malem itu juga kamar gua langsung gua tata dan rapihin sesuai saran dia, dan kamar gua jadi lebih ada space "kosong", yang sebelumnya berantakan dan rasanya sempit banget, kali ini rasanya lebih luas dan lebih bisa bernafas aja gitu. Selain itu gua juga liat di kamar temen gua itu ada meja yang ukuran nya kayanya cukup kalo dimasukin ke kamar gua yang sempit tapi masih keliatan luas. Akhirnya besoknya gua langsung beli meja dengan ukuran 80x40x75 yang langsung dikirim same day instant gitu pake tokopedia. Bisa kali tokped masuk hehe. Cuman ini meja nya meja kayu yang langsung jadi gitu, dan dikirim pake gosend, jadi meja ukuran segitu ditaliin di motor drivernya, makasih mas driver yang udah mau nganterin orderan gua karena udah ganti driver dua kali sebelumnya.

Ketika mejanya dateng gua langsung excited dong, dan mejanya langsung gua masukin kamar dan ternyata mejanya ukuran nya pas dan kamar gua juga ga keliatan lebih sempit, pokoknya suka banget sama mejanya. Habis itu penghuni kamar kos sebelah gua dia lagi jualan lampu meja gitu kan, punyanya ikea dan gua beli dengan nego, hehe. Karena dia beli dua, dan satunya gak kepake gitu, langsung gua transfer saat itu dan gua pasang di meja gua trus gua pasangin lampu. Lalu kemarin di tulisan pertama gua di tahun ini itu gua nulis di meja itu (masih belum pake lampu), but itu juga meningkatkan produktifitas gua sih somehow. Trus tulisan ini ditulis dengan meja yang sudah berlampu, dan gua seneng banget dan nyaman banget nulis kayak gini. So, tulisan ini intinya gua ingin pamer meja sebenernya HAHAHA, cuman gua bungkus dengan membuat tempat yang nyaman.


Karena isunya juga beneran sih ketika gua gaada meja, dan sudah ada meja yang ada lampunya keinginan gua untuk produktif lebih besar ketika udah ada meja yang berlampu. Ini beneran ngebantu gua banget sih, jadi kalo kalian ngerasa lagi ga semangat atau ga produktif kalian bisa cobain yang gua share disini dengan menata ruangan kamar atau tempat kerja kalian lagi agar ya bisa lebih nyaman dan lebih produktif lagi. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat yaa, makasih yang udah baca sampai habis.


0
Share
Hello, yup sama seperti judulnya. Hello, again. 

Gua tau gaada yang nunggu tulisan gua juga di blog ini, hahaha. Kayanya kalopun memang ada yang nunggu tulisan gua disini yah cuman diri gua sendiri sih yang katanya selalu ingin jadi penulis tapi masih belum juga mencoba untuk mewujudkan impian nya sejak kecil. Tapi ya, gua dari dulu memang selalu ingin jadi penulis, bahkan sampai sekarang pun impian itu tidak pernah mati. Walau memang gua sering engga nulis, sering banger bahkan haha.

Photo by Luca Nicoletti on Unsplash


Bahkan jarak tulisan ini sama tulisan gua yang terakhir kali aja juga udah lama kan. Ditulisan gua terakhir gua bilang kalo tulisan gua tidak hanya semoga, tapi nyatanya gua malah ga nulis lagi. Walau memang kalimat barusan terpatahkan karena gua udah mulai nulis lagi. Jarak yang sangat lama, bahkan di tulisan gua terakhir bilang kalo gua mulai bikin podcast baru lagi. Cuman memang ada suatu hal yang buat gua butuh waktu yang sangat lama untuk bisa kembali ke titik ini lagi. Hal itu sesimpel patah hati, mungkin engga juga patah hati karena gua yang memutuskan untuk pergi. Well, mungkin bisa dibilang kayak gitu aja biar simple kali ya hahaha.


Walau agak aneh juga rasanya berhenti karena patah hati, but well itu yang memang gua alamin sih. Ini memang agak campur - campur ya, but ya itulah gua sih kayanya. Tulisan nya selalu kecampur, pikiran nya bisa kemana - mana ketika ngobrol atau bahkan ketika nulis kayak gini. Ngobrolin soal patah hati, gua mencoba untuk move on dan gua berani bilang kalo gua udah move on. Gua udah mulai bisa menjalankan kehidupan gua kayak biasanya, dan gua udah menemukan sebagian dari diri gua yang hilang. kayanya ntar gua buat postingan khusus kali ya soal move on. 

Di postingan kali ini gua cuman ingin nulis kalo gua udah mulai kembali kesini, perlahan gua akan melakukan hal yang mungkin belum sempet gua lakukan sebelumnya. So ya, stay tune khususnya buat diri gua sendiri. 
0
Share
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Nice to Meet you

Nice to Meet you

Blog Archive

  • ▼  2026 (1)
    • ▼  Februari 2026 (1)
      • [24/100] Perjalanan yang Belum Selesai
  • ►  2024 (26)
    • ►  Desember 2024 (11)
    • ►  November 2024 (13)
    • ►  Januari 2024 (2)
  • ►  2022 (5)
    • ►  Juli 2022 (3)
    • ►  Juni 2022 (2)
  • ►  2021 (14)
    • ►  Agustus 2021 (4)
    • ►  Juni 2021 (7)
    • ►  Mei 2021 (1)
    • ►  April 2021 (2)
  • ►  2014 (6)
    • ►  Februari 2014 (5)
    • ►  Januari 2014 (1)
  • ►  2013 (5)
    • ►  Desember 2013 (2)
    • ►  November 2013 (3)

Popular Posts

  • Cara Menulis materi Stand Up Comedy untuk Pemula
  • [23/100] Perlukah Ada Meja Makan?
  • [16/100] Hari ini adalah usia termuda yang kamu miliki
  • [20/100] Mengakui Kesalahan
  • [22/100] Kenapa Masih Berusaha?

Page

  • About Me
  • Contact Me
  • Privacy Policy
Copyright © 2013 Bunder Ontheway

Created By ThemeXpose